Fastekes.ikta.ac.id- Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah—akrab disebut IKTA—adalah perguruan tinggi swasta di Pekanbaru, Riau, yang memfokuskan diri pada pengembangan ilmu kesehatan dan teknologi kesehatan. IKTA lahir dari transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Al Insyirah menjadi institut melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 939/D/O/2022 tertanggal 29 Desember 2022. Transformasi ini menandai lompatan visi: dari kampus kesehatan menjadi institusi yang mengintegrasikan kesehatan dengan sains-teknologi secara lebih luas.
Daftar Isi
ToggleSejarah Singkat dan Tonggak Kelembagaan
Cikal bakal IKTA adalah STIKes Al Insyirah yang berdiri pada 1 Oktober 2009 berdasarkan SK Mendiknas No. 161/D/O/2009. Sepanjang periode STIKes, prodi-prodi kesehatan inti dikembangkan—Keperawatan, Kebidanan (termasuk profesi), dan Kesehatan Masyarakat—serta satu program sarjana terapan Teknologi Rekayasa Elektromedis (TREM) yang izinnya terbit melalui SK Kemenristekdikti No. 185/KPT/III/2019. Tonggak ini menjadi dasar lahirnya Fakultas Teknologi Kesehatan di era institut.
Langkah menjadi institut bukan sekadar perubahan nomenklatur. IKTA memosisikan diri sebagai kampus yang menautkan disiplin kesehatan dengan teknologi, dengan semangat budaya Melayu Riau yang religius dan berkarakter. Visi lembaga dirumuskan sebagai “Institut Kesehatan dan Teknologi Unggul, Berkarakter, dan Profesional di Tingkat Nasional dan Global.”
Alamat, Kampus, dan Akses
Kampus utama IKTA berlokasi di Jl. Parit Indah No. 38, Tengkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru (kode pos 28289). Kegiatan pembelajaran terpusat di Kampus I Parit Indah, sedangkan laboratorium terletak di Kampus II Jl. Sultan Syarif Qasim—masing-masing dirancang untuk mendukung proses akademik dan praktikum mahasiswa kesehatan dan teknologi. Untuk informasi resmi, masyarakat dapat menghubungi email [email protected].
IKTA
Standar Mutu dan Akreditasi
Dalam penguatan tata kelola, IKTA menegaskan komitmen mutu melalui penerapan standar manajemen pendidikan ISO 21001:2018 dari TÜV NORD Indonesia. Klaim ini menjadi diferensiasi penting karena IKTA menyebut diri sebagai kampus kesehatan pertama di Sumatra yang menerapkan ISO 21001:2018. Selain itu, secara kelembagaan IKTA menyampaikan telah meraih standar akreditasi perguruan tinggi.
IKTA
Di tingkat program studi, perkembangan akreditasi bergerak positif. Pada 10 Mei 2025, pernyataan resmi LLDIKTI dalam forum wisuda menyebut IKTA telah memiliki 9 program studi: 5 di antaranya berakreditasi Baik Sekali, dan 4 berakreditasi Baik. Data ini menggambarkan percepatan kualitas pasca-perubahan bentuk.
Struktur Fakultas dan Program Studi
Secara garis besar, IKTA memiliki dua fakultas:
Fakultas Kesehatan
- S1 Keperawatan dan Profesi Ners
- S1 Kebidanan dan Profesi Bidan
- S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Informasi fakultatif ini dapat ditelusuri melalui laman Fakultas Kesehatan serta sejumlah halaman program di situs resmi.
Fakultas Teknologi Kesehatan
- Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektromedis (TREM) — izin melalui SK No. 185/KPT/III/2019; akreditasi “Baik.”
- S1 Informatika Medis — izin pendirian pada 2023.
- S1 Teknik Lingkungan — izin pendirian pada 2023.
Penambahan dua prodi sarjana (Informatika Medis dan Teknik Lingkungan) resmi melalui SK Mendikbudristek No. 640/E/O/2023 dan No. 628/E/O/2023, mempertegas peta IKTA sebagai institut yang menjembatani kesehatan, lingkungan, dan teknologi informasi kesehatan.
IKTA dalam Angka: Mahasiswa, Lulusan, dan Capaian
Dalam Wisuda XVII Periode I (10 Mei 2025), IKTA mewisuda 558 mahasiswa dari jenjang sarjana dan profesi. Rinciannya antara lain: 123 lulusan S1 Kebidanan, 83 lulusan S1 Keperawatan, 7 lulusan S1 Kesehatan Masyarakat, 6 lulusan Sarjana Terapan TREM, 257 lulusan Profesi Bidan, dan 82 lulusan Profesi Ners. Pada kesempatan yang sama, Rektor menyampaikan 1.672 mahasiswa aktif tengah menempuh studi di berbagai program. Data ini menampilkan skala IKTA yang terus tumbuh di Riau.
Sebelumnya, dokumen profil historis mencatat pada era STIKes, lembaga telah menghasilkan lebih dari 2.831 alumni; angka ini memberi konteks lintasan panjang kontribusi Al Insyirah terhadap ekosistem SDM kesehatan di kawasan. Jumlah tersebut kini bertambah seiring akselerasi lulusan pada era IKTA.
Kurikulum, Laboratorium, dan Ekosistem Pembelajaran
Kurikulum setiap program dirancang mengikuti Standar Nasional Pendidikan Tinggi dengan penekanan pada praktik klinik, laboratorium, dan integrasi teknologi. Program Profesi (Ners dan Bidan) memanfaatkan laboratorium keterampilan klinik dan jejaring lahan praktik di fasilitas kesehatan mitra. Sementara itu, TREM sebagai sarjana terapan menyiapkan kompetensi perancangan, pemeliharaan, dan pengujian peralatan elektromedis; kegiatan perkuliahan/praktikum TREM terselenggara di Kampus Parit Indah dan laboratorium di Jl. Sultan Syarif Qasim.
Pada tingkat fakultatif, Fakultas Teknologi Kesehatan menaungi tiga program studi strategis—TREM, Teknik Lingkungan, dan Informatika Medis—yang masing-masing diarahkan untuk menjawab isu ketersediaan SDM alat kesehatan, pengelolaan lingkungan dan sanitasi, serta transformasi digital layanan kesehatan (rekam medis elektronik, analitik data klinik, interoperabilitas, dan keamanan informasi kesehatan). Kehadiran dua prodi baru (2023) juga diakui sebagai “yang pertama/unik” di lingkungan PTS Riau menurut pemberitaan setempat.
Kemitraan, Tridharma, dan Budaya Mutu
IKTA membangun ekosistem kolaboratif dengan rumah sakit, pemerintah daerah, dunia usaha/industri, serta organisasi profesi. Jaringan kerja sama—nasional hingga internasional—dimanfaatkan untuk penguatan tridharma: kurikulum berbasis kebutuhan, penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat. Pada level sistem, IKTA menyatakan telah mengadopsi ISO 21001:2018 untuk tata kelola pendidikan, serta mengembangkan layanan akademik-kemahasiswaan (misalnya sistem informasi internal dan Computer-Based Test/CBT) untuk menjaga konsistensi mutu.
Peran Strategis di Riau
Secara geografis, IKTA berada di jantung layanan kesehatan dan pendidikan Riau. Kampus Parit Indah mudah diakses dari berbagai fasilitas publik dan layanan kesehatan di Pekanbaru, sehingga mobilitas praktik klinik/komunitas mahasiswa relatif efisien. Dengan bertambahnya prodi teknologi (Informatika Medis dan Teknik Lingkungan), IKTA mengisi ceruk kebutuhan tenaga profesional lintas sektor—mulai dari rumah sakit, laboratorium, industri alat kesehatan, perusahaan pengelola lingkungan, hingga institusi pemerintah daerah. Penetapan izin prodi baru tahun 2023 juga menunjukkan dukungan regulator terhadap arah strategis institut.
Riau Pos – Informasi Terkini dari Riau
Mengapa Memilih IKTA?
- Fokus Kesehatan + Teknologi. IKTA mengintegrasikan disiplin kesehatan dengan teknologi dan lingkungan—kombinasi yang relevan dengan agenda transformasi layanan kesehatan dan sustainability.
- Mutu Terstandar. Implementasi ISO 21001:2018 memperkuat tata kelola dan konsistensi layanan akademik.
- Akreditasi Prodi Menguat. Peta akreditasi (Baik & Baik Sekali) menunjukkan peningkatan kualitas dan kepercayaan publik/regulator.
- Jejaring Mitra Luas. Relasi dengan RS, industri, dan pemerintah membuka akses praktik, riset, dan penyerapan kerja lulusan.
- Capaian Lulusan Nyata. Wisuda reguler dan jumlah lulusan signifikan memperlihatkan kelayakan ekosistem pembelajaran dan kesiapan kerja.
FAQ: Kampus Al Insyirah (IKTA)
1. Apa itu Kampus Al Insyirah (IKTA)?
IKTA adalah singkatan dari Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, sebuah perguruan tinggi swasta di Pekanbaru, Riau, yang berfokus pada bidang kesehatan dan teknologi kesehatan. IKTA resmi berdiri pada 29 Desember 2022 melalui SK Mendikbudristek No. 939/D/O/2022.
2. Di mana lokasi kampus IKTA?
Kampus utama IKTA beralamat di Jl. Parit Indah No. 38, Tengkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau 28289. Laboratorium tambahan berada di Kampus II di Jl. Sultan Syarif Qasim.
3. Apa saja fakultas dan program studi yang ada di IKTA?
IKTA memiliki dua fakultas dengan total 9 program studi:
Fakultas Kesehatan
- S1 Keperawatan + Profesi Ners
- S1 Kebidanan + Profesi Bidan
- S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Teknologi Kesehatan
- S.Tr. Teknologi Rekayasa Elektromedis (TREM)
- S1 Informatika Medis
- S1 Teknik Lingkungan
4. Apakah kampus IKTA sudah terakreditasi?
Ya. Secara kelembagaan IKTA sudah terakreditasi. Untuk tingkat program studi, hingga tahun 2025, 5 prodi terakreditasi Baik Sekali dan 4 prodi terakreditasi Baik.
5. Apa keunggulan IKTA dibanding kampus lain?
Beberapa keunggulan IKTA antara lain:
- Fokus pada bidang kesehatan + teknologi (unik di Riau).
- Penerapan ISO 21001:2018 dalam manajemen pendidikan.
- Dukungan laboratorium klinik, teknologi, dan lingkungan.
- Jaringan kerja sama luas dengan rumah sakit, pemerintah, dan industri.
- Program profesi (Ners & Bidan) yang sudah menghasilkan ribuan alumni.
6. Berapa jumlah mahasiswa aktif di IKTA?
Hingga Wisuda XVII (10 Mei 2025), tercatat ada 1.672 mahasiswa aktif di berbagai program studi.
7. Berapa jumlah lulusan yang dihasilkan IKTA?
Pada Wisuda XVII tahun 2025, IKTA mewisuda 558 lulusan. Secara total sejak berdiri (era STIKes hingga IKTA), kampus ini sudah meluluskan lebih dari 3.000 alumni.
8. Apakah ada program profesi di IKTA?
Ya. IKTA memiliki dua program profesi:
- Profesi Ners (untuk lulusan S1 Keperawatan)
- Profesi Bidan (untuk lulusan S1 Kebidanan)
9. Apa itu Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis (TREM)?
TREM adalah program sarjana terapan yang menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga ahli dalam perancangan, pemeliharaan, dan pengujian peralatan elektromedis. Program ini satu-satunya di Riau dan mendapat izin resmi melalui SK Kemenristekdikti No. 185/KPT/III/2019.
10. Bagaimana prospek kerja lulusan IKTA?
Lulusan IKTA memiliki peluang karir di:
- Rumah sakit dan klinik (perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat).
- Industri alat kesehatan (teknisi elektromedis).
- Instansi pemerintah dan swasta (sanitarian, teknisi lingkungan).
- Sektor digital kesehatan (rekam medis elektronik, data kesehatan).
11. Bagaimana cara mendaftar ke IKTA?
Pendaftaran mahasiswa baru IKTA dilakukan melalui PMB Online di website resmi kampus. Calon mahasiswa dapat memilih program studi sesuai minat, mengunggah dokumen yang diminta, lalu mengikuti tes seleksi sesuai ketentuan.
12. Apakah IKTA memiliki kerja sama internasional?
IKTA aktif membangun kerja sama, baik dengan instansi nasional maupun internasional, untuk mendukung tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Program kerja sama mencakup pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan praktik klinik.
13. Apa visi IKTA ke depan?
Visi IKTA adalah menjadi Institut Kesehatan dan Teknologi Unggul, Berkarakter, dan Profesional di Tingkat Nasional dan Global. Fokusnya pada pengembangan SDM yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan, teknologi, dan lingkungan, serta berkarakter religius.
Penutup
Kampus Al Insyirah (IKTA) adalah gambaran transformasi perguruan tinggi daerah yang visioner: tumbuh dari akar kesehatan, bertunas ke teknologi, dan berbuah pada peningkatan daya saing SDM Riau. Dengan fondasi hukum kelembagaan yang kuat, standar mutu ISO 21001:2018, penambahan program studi strategis, dan tren akreditasi yang menguat, IKTA menempatkan diri sebagai destinasi pendidikan tinggi kesehatan-teknologi yang semakin kredibel di Sumatra. Bagi calon mahasiswa, orang tua, mitra industri, dan pemangku kebijakan, IKTA menawarkan satu hal yang makin langka: kombinasi karakter, kompetensi, dan konektivitas dalam satu lingkungan akademik yang berorientasi pada dampak.
Kontak & Lokasi: Kampus Utama IKTA, Jl. Parit Indah No. 38, Bukit Raya, Pekanbaru, Riau 28289 — email resmi [[email protected]]. Informasi program pendidikan TA berjalan serta penerimaan mahasiswa baru tersedia pada laman resmi IKTA. (Artikel Ini di salin dari Blog Adriyan.web.id)





