Fastekes.ikta.ac.id – Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, Nani Lasiyah, S.T., M.T., turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Review Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusional yang terencana dalam rangka peningkatan mutu pendidikan tinggi bidang elektromedik, sekaligus sebagai wujud respons akademik terhadap dinamika kebutuhan industri dan perkembangan teknologi kesehatan yang terus mengalami transformasi secara signifikan.
Workshop tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Elektromedik Indonesia (APTEMI) dan dihadiri oleh perwakilan program studi elektromedik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia.
Keikutsertaan para Ketua Program Studi menjadi prioritas utama dalam forum ini, mengingat peran strategis mereka dalam perumusan dan implementasi kebijakan kurikulum di tingkat program studi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Hotel Surakarta, sementara beberapa sesi seremonial pembukaan dilaksanakan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Daftar Isi
ToggleHari Pertama — 23 April 2026: Orientasi dan Panel Akademik
Kegiatan pada hari pertama diawali dengan registrasi peserta pukul 11.00 WIB, dilanjutkan dengan upacara pembukaan resmi pada pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi panel pemaparan kurikulum yang mencakup jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan.
Forum panel ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan kurikulum berbasis OBE, dengan pembahasan yang diarahkan pada relevansi antara rancangan kurikulum dan tuntutan kompetensi di dunia kerja.
Pada sesi malam, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi intensif mengenai persiapan try out Uji Kompetensi (UKOM) serta penyusunan instrumen soal UKOM. Kegiatan ini memegang peranan penting sebagai bagian dari sistem evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa yang terstandar secara nasional.
Hari Kedua — 24 April 2026: Pendalaman Komponen Kurikulum OBE
Kegiatan pada hari kedua difokuskan pada pembahasan mendalam terhadap komponen-komponen fundamental kurikulum berbasis OBE.
Diskusi mencakup perumusan profil lulusan, penetapan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), identifikasi bahan kajian, penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta perencanaan distribusi mata kuliah secara sistematis dan proporsional.
Sesi berikutnya diisi dengan kegiatan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diselaraskan dengan kerangka pendekatan OBE secara komprehensif.
Pada sesi malam, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja diskusi mereka di hadapan seluruh peserta dan moderator, guna memperoleh masukan konstruktif serta penyempurnaan substansial sebelum dokumen difinalisasi.
Hari Ketiga — 25 April 2026: Perumusan Rencana Tindak Lanjut dan Penutupan
Pada hari terakhir, seluruh peserta terlibat dalam penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai panduan operasional implementasi hasil workshop di masing-masing institusi asal.
Dokumen RTL ini berfungsi sebagai instrumen akuntabilitas yang mengikat setiap program studi untuk menindaklanjuti capaian workshop secara konkret dan terukur.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan upacara penutupan resmi yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian program tiga hari tersebut.
Signifikansi Kegiatan dan Harapan Institusional
Partisipasi aktif Nani Lasiyah dalam forum nasional ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang nyata dan terukur bagi pembaruan kurikulum Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis di Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah.
Melalui implementasi pendekatan OBE yang konsisten dan sistematis, lulusan program studi diproyeksikan memiliki kompetensi yang lebih terstandar, adaptif terhadap kebutuhan industri kesehatan, serta mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari sekadar forum peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis dalam mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi penyelenggara pendidikan elektromedik di Indonesia.
Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong terwujudnya standar pendidikan elektromedik yang harmonis, bermutu, dan berorientasi pada keunggulan kompetensi lulusan demi kemajuan layanan kesehatan nasional. (Adri/Nani/Red).




