Fastekes.ikta.ac.id – Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis, Fakultas Teknologi Kesehatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Pekanbaru menyelenggarakan Sosialisasi Laporan Tracer Study Tahun Akademik 2023–2024 pada 24 Juli 2025 di Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 11 alumni angkatan 2020 dengan tujuan menghimpun data mengenai profil lulusan, keterkaitan bidang studi dengan dunia kerja, serta relevansi kompetensi yang diperoleh selama kuliah.
Acara dipimpin oleh Kepala UP2K dan Tracer Study, Ns. Rohmi Fadly, S.Kep., M.Kes., serta dihadiri oleh pimpinan fakultas, yaitu Dekan Fakultas Teknologi Kesehatan, Rino Ferdian Surakusumah, S.T., M.Eng., Wakil Dekan, Nursaka Putra, S.Kom., M.Kom., Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis, Nani Lasiyah, Amd.Tem., S.Si., M.Si., Perwakilan Unit Penjaminan Mutu, Mela Adeline, S.T., M.Si., dan Senat Fakultas, Muhamad Yusuf, S.Kom., M.Kom. Selain itu, dua dosen program studi juga turut hadir memberikan kontribusi akademik dalam diskusi.
Dalam paparannya, Ns. Rohmi Fadly menekankan bahwa tracer study merupakan alat evaluasi penting untuk menilai ketercapaian lulusan di dunia kerja sekaligus mengukur relevansi kurikulum. Dekan Fakultas, Rino Ferdian Surakusumah, menegaskan bahwa hasil tracer study menjadi komitmen bersama dalam menjaga mutu lulusan dan akan digunakan sebagai dasar pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan industri. Wakil Dekan, Nursaka Putra, menambahkan bahwa tracer study adalah jembatan antara alumni dan institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ketua Program Studi, Nani Lasiyah, berharap hasil tracer study angkatan 2020 dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus meningkatkan daya saing lulusan. Perwakilan mutu fakultas, Mela Adeline, menegaskan bahwa tracer study berperan dalam penjaminan mutu berkelanjutan serta menunjukkan responsivitas fakultas terhadap kebutuhan industri dan alumni.
Kegiatan tracer study 2023–2024 ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara alumni dan institusi. Data yang dihimpun akan dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan akademik dan strategi peningkatan mutu berkelanjutan, sehingga lulusan semakin siap menghadapi tantangan industri kesehatan modern.(red/adri)




